Senin, 21 Mei 2012


   Ayat-ayat yang berhubungan dengan subyek pendidikan

1.      Q.S. Al-Rahman : 1-4



ß`»oH÷q§9$# ÇÊÈ   zN¯=tæ tb#uäöà)ø9$# ÇËÈ   šYn=y{ z`»|¡SM}$# ÇÌÈ   çmyJ¯=tã tb$ut6ø9$# ÇÍÈ  
Artinya: “Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang telah mengajarkan Al-Qur’an. Yang telah menjadikan manusia. Yang mengajari manusia dengan Al-Bayan.” (Q.S Al-Rahman : 1-4)
Kata ar-Rahman dalam konteks ini kaum musyrikin makkah tidak mengenal siapa ar-Rahman sebagaimana pengakauan mereka yang direkam oleh QS Al-Furqan [25] : 60. Dimulainya surah ini dengan kata tersebut bertujuan juga mengundang rasa ingin tahu meraka dengan harapan akan tergugah untuk mengakui nikmat-nimat dan beriman kepada-Nya. Disisi lain penggunaan kata tersebut disini sambil menguraikan nikmat-nikmat-Nya, merupakan juga bantahan terhadap meraka yang enggan mengakui-Nya itu.[1]
Kata ‘allama/mengajarkan memerlukan dua objek. Banyak ulama yang menyebut objeknya adalah kata al-insan/manusia yang diisyaratkan oleh ayat tersebut  Thabathaba’i menambahkan  bahwa jin juga termasuk , karena surah ini ditujukan kepada manusia dan jin. Namun ada ulama yang berpendapat malaikat jibril juga termasuk yang ajar-Nya, Karena bagaimana mungkin malaikat itu dapat menyampaikan –bahkan mengajarkannya kepada Nabi Muhammad SAW- sebagaimana dinyatakan dalam QS an-Najm [53]: 5. Bagaimana mungkin malaikat Jibril mampu mengajarkan firman Allah itu kepada Nabi Muhammad SAW kalau malaikat itu sndiri tidak memperolah pengajaran dari Allah SWT. Dis sisi lain, tidak disebutkannya objek kedua dari kata tersebut, mengisyaratkan bahwa ia bersifat umum dan mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkau oleh pengajaran-Nya.
Kata al-Qur’an dapat dipahami sebagai keseluruhan ayat-ayatnya yang enam ribu lebih itu, dan dapat juga digunakan untuk menunnjuk walau satu ayat saja atau bagian dari satu ayat.[2]
Kata al-insan pada ayat ini mencakup semua jenis manusia, sejak Adam as. Hingga akhir zaman.[3]
Kata al-bayan pada mulana berarti jelas. Kata tersbut disini dipahami oleh Thabathaba’I dalam arti “potensi mengungkap” yaitu kalam/ucapan yang dengannya dapat terungkap apa yang terdapat dalam benak. Pengajaran al-bayan itu tidak hanya terbatas pada ucapan tetapi mencakup segala bentuk ekspresi, termasuk seni dan raut muka. Bahkan menurut al-Biqa’i kata al-bayan adalah potensi berpikir yakni mengetahui persoalan kulli dan juz’i .
Di sisi lain, kita tidak perlu menyatakan bahwa pengajaran Allah melalui ilham-Nya itu adalah pengajaran bahasa. Ia adalah penciptaan potensi pada diri mausia dengan jalan menjadikannya tidak dapat hidup sendiri, atau dengan kata lain menciptakannya sebagai makhluk sosial. Itulah yang mendorong manusia untuk saling berhubungan, dan ini pada gilirannya  melahirkan aneka suara yang disepakati bersama maknanya oleh satu komunitas , dan aneka suara itulah yang merupakan bahasa mereka. Memang kata ‘allama/mengajar  tidak selalu daam bentuk mendiktekan suatu kata jug aide, tetapi dapat juga dalam arti mengasah potensi yang dimiliki peserta didik sehinnga pada akhirnya potensi itu terasah dan dapat melahirkan aneka pengetahuan.[4]


2.      Q.S. Al-Najm: 5-6
¼çmuH©>tã ߃Ïx© 3uqà)ø9$# ÇÎÈ   rèŒ ;o§ÏB 3uqtGó$$sù ÇÏÈ  
Artinya: “yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) Menampakkan diri dengan rupa yang asli”.



[1] M. Quraish Shihab,Tafsir Al Misbah Pesan,Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an, vol. 13,
(Jakarta: Lentera Hati, 2002), hlm:493

Tidak ada komentar: